Konten Tidak Lahir dari Satu Orang: Belajar Bekerja dalam Ekosistem Kreatif

SdGS

KOTA MUNGKID - Memproduksi sebuah konten media yang berkualitas membutuhkan kerja sama tim yang solid dan terstruktur. Prinsip itulah yang ditekankan dalam Workshop Sustainable Development Goals (SDGs) yang diselenggarakan oleh tim mahasiswa Praktik Kependidikan (PK) Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) untuk siswa SMA N 1 Kota Mungkid. Kegiatan yang dibuka oleh Waka Kehumasan SMA N 1 Kota Mungkid, Bapak Wahyu Langgeng Prastiyo, S. Pd., Gr., ini menghadirkan sesi khusus Fotografi dan Videografi guna mengenalkan pentingnya kolaborasi dalam dunia kreatif modern.

Jalannya acara berlangsung tertata dan interaktif dari awal hingga akhir dengan panduan saya selaku Master of Ceremony (MC). Memasuki sesi materi fotografi dan videografi pada pukul 10.50 WIB, Iqbal Yogi Setiandaru, S.P., selaku pemateri memaparkan landasan teknis pembuatan video berbasis smartphone dan kamera, mulai dari pencahayaan, sudut kamera (camera angle), ukuran gambar (shot size), hingga komposisi visual (rule of thirds, leading lines, framing). Di samping penguasaan alat, penekanan utama materi ini pada cara kerja ekosistem kreatif, di mana keberhasilan sebuah karya audio-visual sangat bergantung pada alur kerja kelompok yang saling melengkapi.

Antusiasme peserta makin memuncak saat memasuki sesi praktik pada pukul 11.45 WIB. Selama 40 menit, para siswa diajak mempraktikkan langsung bagaimana sebuah konten dilahirkan melalui pembagian peran yang terencana. Dalam setiap kelompok, siswa membagi tugas secara profesional menjadi scriptwriter, talent, kameramen, fotografer, pengisi suara (voice over), editor, hingga tim publikasi.

Sebelum mengambil gambar (take footage), siswa diajarkan menyusun storyboard bersama scriptwriter sebagai acuan visual. Selanjutnya, kameramen dan fotografer mengeksekusi pengambilan gambar sesuai urutan scene naskah di lingkungan sekolah. Talent memeragakan adegan kampanye kesehatan dan lingkungan mengenai pembiasaan membawa botol minum (tumbler) sendiri untuk mencegah dehidrasi sekaligus mereduksi sampah plastik. Tahap ini dilanjutkan oleh pengisi suara (voice over) dan editor yang mengolah potongan gambar serta audio menjadi video yang utuh dan siap dipublikasikan. Guna mengapresiasi keaktifan setiap kelompok sekaligus mengevaluasi pemahaman materi yang telah disampaikan, para peserta diberikan penugasan praktik di akhir sesi. Sesi ini diakhiri dengan penyerahan sertifikat kepada Iqbal Yogi Setiandaru, S.P. pada pukul 12.25 WIB sebelum berlanjut ke agenda Ishoma. Acara kemudian ditutup secara resmi oleh MC dan diakhiri dengan sesi dokumentasi bersama.

Melalui program ini, mahasiswa PK UNY dan SMA N 1 Kota Mungkid turut mewujudkan komitmen pada pencapaian SDGs:

•    SDG 4 (Pendidikan Berkualitas): Memberikan pemahaman dan keterampilan literasi digital secara holistik, mulai dari pra-produksi (penyusunan storyboard), produksi, hingga pascaproduksi.

•    SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi): Mengenalkan alur kerja profesional dalam industri kreatif guna menyiapkan kapasitas SDM muda yang siap beradaptasi dengan perkembangan ekonomi digital.

•    SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan): Mengedukasi siswa bahwa sebuah karya besar tidak lahir dari satu orang, melainkan hasil kolaborasi, pembagian peran yang seimbang, dan kemitraan tim yang erat.